Penghuni sering mengeluhkan suara dengung rendah di dalam ruangan, seolah-olah mesin berputar di atas plafon, padahal diffuser dan grille tidak mengeluarkan suara yang berarti. Suara fan dan turbulensi udara justru menembus dinding duct di atas plafon, kemudian merambat ke ruangan di bawahnya. Fenomena ini disebut breakout noise, dan bentuk duct sangat memengaruhi tingkat kebisingan yang merambat ke ruangan.
Baca juga: Dampak Salah Pilih Diffuser terhadap Noise Criteria
Breakout noise adalah energi suara di dalam duct yang menembus dinding dan teradiasi ke ruang di sekitarnya, misalnya ruang di bawah plafon.
Break-in noise adalah suara dari luar duct, misalnya dari mesin di ruang mekanikal, masuk ke dalam duct lalu terbawa udara ke ruangan lain.
Secara konsep, daya suara yang merambat melalui dinding duct dan teradiasi ke ruangan bergantung pada daya suara di dalam duct, nilai transmission loss (TL breakout) dinding duct, serta faktor geometri yang memengaruhi radiasi suara. Semakin tinggi transmission loss dinding, semakin sedikit suara yang menembus. Karena itu, material, ketebalan, dan bentuk dinding duct menjadi penentu.
Pada frekuensi rendah, transmission loss dinding duct dikendalikan oleh kekakuannya. Duct bulat sangat kaku karena bentuk lengkungnya, sehingga sebagian besar energi frekuensi rendah tertahan di dalam duct. Dinding duct rectangular, sebaliknya, berupa panel datar yang kekakuannya rendah dan mudah bergetar, sehingga meneruskan energi suara frekuensi rendah ke luar.
Duct bulat jauh lebih kaku sehingga breakout, terutama pada frekuensi rendah, jauh lebih kecil dibanding bentuk lain. Contoh perhitungan dalam bab tersebut menyimpulkan bahwa penggunaan duct bulat menghilangkan dengung frekuensi rendah yang muncul pada duct rectangular. Duct bulat memiliki nilai breakout transmission loss sekitar 25 dB atau lebih tinggi dibandingkan duct rectangular pada rentang frekuensi yang diteliti. Angka ini spesifik pada kasus tersebut dan bukan nilai universal.
Duct bulat juga cenderung membiarkan lebih sedikit break-in, sehingga lebih terlindung dari kebisingan luar. Terkait dengan itu, duct rectangular dengan pelapis luar (lagging) sering tidak efektif mengurangi breakout.
Kekakuan yang menahan breakout juga berarti dinding duct bulat tidak "menyerap" suara frekuensi rendah yang merambat di dalamnya. Hal ini mengurangi atenuasi frekuensi rendah sepanjang duct, meski melindungi ruang di sekitarnya dari breakout. Panduan produsen juga menyebut duct rectangular lebih baik dalam meredam suara yang merambat sepanjang duct, sedangkan duct bulat jauh lebih baik menahan breakout.
Selain itu, penggunaan duct bulat dapat memunculkan kebisingan frekuensi menengah dan tinggi yang perlu diatasi dengan duct liner. Dengan demikian, perancang perlu memilih bentuk duct berdasarkan jenis kebisingan yang ingin dikendalikan, yaitu suara yang menembus dinding duct dan merambat ke ruang di sekitarnya (breakout noise) atau suara yang merambat di dalam duct menuju outlet.
Baca juga: Peran Stainless Steel dalam Sistem HVAC Modern.
• Ketebalan pelat (massa)
Dinding yang lebih tebal dan lebih berat menahan lebih banyak suara, terutama frekuensi rendah. Kelas ketebalan BJLS yang dipilih memengaruhi akustik, tidak hanya kekuatan struktural.
• Diameter
Karakteristik transmission loss berubah menurut ukuran duct, sehingga data harus dicari untuk diameter dan ketebalan yang dipakai.
• Double-wall dengan liner berlubang
Konfigurasi dinding ganda meningkatkan insulasi suara pada frekuensi menengah dan tinggi, sementara pada frekuensi rendah nilainya serupa dengan dinding tunggal.
• Liner akustik
Liner yang lebih tebal umumnya meredam frekuensi yang lebih rendah. Liner mengurangi suara yang merambat di dalam duct, sedangkan breakout lebih bergantung pada geometri dan dinding duct.
• Ujung duct
Refleksi di ujung terbuka duct dapat berkontribusi pada insulasi frekuensi rendah pada duct pendek, terlepas dari materialnya.
Bagian duct dekat fan discharge membawa energi suara tertinggi. Duct bulat atau konfigurasi dinding ganda direkomendasikan pada area ini bila breakout bermasalah, dan menempatkan duct berkecepatan tinggi di area non-kritis.
Liner akustik dan spiral duct dinding ganda dengan liner dalam berlubang memberi atenuasi suara merambat, terutama pada frekuensi menengah dan tinggi.
Sound attenuator mencapai atenuasi broadband pada panjang yang pendek, sedangkan duct berliner umumnya efektif pada frekuensi menengah dan tinggi dan membutuhkan panjang lebih besar. Silencer memiliki pressure drop dan dapat menimbulkan regenerated noise, sehingga perlu diperhitungkan dalam desain fan. Atenuasi yang lebih besar umumnya berarti pressure drop yang lebih besar.
Elbow bersiku tanpa vane dan transisi mendadak menambah kebisingan.
Isolasi duct dan plenum akustik dari struktur bangunan menggunakan penggantung neoprene agar getaran tidak diteruskan ke rangka dan plafon.
Duct fleksibel, terutama film PVC, memiliki insulasi suara mentah yang rendah, sehingga sebaiknya pendek.
Baca juga: Kelebihan, Kekurangan, dan Aplikasi Flexible Air Duct