
Hopper duct dan neck duct adalah dua komponen transisi yang menghubungkan outlet peralatan HVAC (AHU, FCU, fan coil) dengan jaringan ducting distribusi. Hopper duct berbentuk corong (trapesoid) yang mentransisikan penampang besar menjadi lebih kecil atau mengubah bentuk penampang secara bertahap. Neck duct adalah segmen leher pendek yang menghubungkan outlet peralatan ke fitting atau duct pertama dalam sistem. Keduanya dibuat dari galvanis atau aluminium dengan dimensi custom sesuai spesifikasi peralatan dan sistem duct proyek.




BJLS • Aluminum
TDC • TDF
Optional
Standard • Custom
Perkantoran, mall, hotel
Apartemen, perumahan
Pabrik, gudang, workshop
Rumah sakit, kampus, terminal
Hopper duct adalah fitting berbentuk corong atau trapesoid yang mentransisikan penampang udara dari satu ukuran ke ukuran yang berbeda secara bertahap. Fungsi utamanya adalah menghubungkan dua elemen dengan dimensi yang berbeda.
Neck duct adalah segmen duct pendek dan lurus yang menghubungkan outlet peralatan (AHU, FCU, exhaust fan) ke fitting atau duct berikutnya dalam sistem. Berbeda dari hopper yang berfungsi sebagai komponen transisi ukuran, neck duct lebih berfungsi sebagai komponen koneksi dan stabilisasi
Menentukan dimensi hopper duct memerlukan tiga set data: dimensi outlet AHU (sisi besar hopper), dimensi main trunk duct yang direncanakan (sisi kecil hopper), dan sudut taper yang aman secara aerodinamika. Caranya:
Sudut taper hopper duct adalah parameter desain yang paling kritis karena menentukan apakah aliran udara mengalir secara mulus melalui transisi atau mengalami separasi aliran yang menghasilkan turbulensi, pressure drop berlebih, dan distribusi tidak merata.
Untuk kontraksi (lebih umum dalam instalasi AHU ke main duct): gunakan sudut 15–30° per sisi. Untuk ekspansi (return air plenum ke AHU): batasi ke maksimum 15° per sisi, dan pertimbangkan menambahkan turning vane jika ekspansi harus lebih besar dari ini.
Flexible connector antara neck duct dan AHU atau FCU adalah komponen yang sangat direkomendasikan, bahkan bisa dianggap wajib dalam instalasi yang baik, karena melayani dua fungsi kritis yang tidak bisa dilakukan oleh neck duct rigid manapun.
Area paling rentan pada offset duct adalah sambungan di kedua ujungnya (ke duct lurus di sisi inlet dan outlet) dan kondisi fisik badan offset itu sendiri. Titik sambungan di sudut transisi menerima stress mekanis lebih besar dari duct lurus karena adanya perubahan arah aliran yang menciptakan gaya lateral pada dinding duct. Dalam jangka panjang, terutama pada sistem dengan aliran udara cepat dan getaran fan atau blower, sealant di sambungan offset bisa retak kecil. Retak ini dapat menyebabkan kebocoran kecil.
Lakukan inspeksi visual kondisi sealing di kedua sambungan offset. Periksa juga kondisi badan offset itu sendiri untuk tanda-tanda deformasi akibat tekanan berlebih atau benturan. Untuk offset duct berukuran besar, periksa kondisi hanger support di sekitar area offset. Pastikan masih terpasang kuat dan tidak ada defleksi pada badan offset.