Tee Duct HVAC

Gravity damper adalah komponen ventilasi pasif yang bekerja murni berdasarkan gravitasi dan tekanan udara. Tanpa listrik, aktuator, dan sistem kontrol. Blade ringan yang dirancang presisi akan terbuka secara otomatis saat ada aliran udara aktif, dan menutup sendiri akibat gravitasi saat aliran berhenti. Solusi ekonomis, andal, dan bebas perawatan untuk sistem exhaust, ventilasi alami, dan intake udara di berbagai jenis gedung.



Spesifikasi Tee Duct

A tee duct made of galvanized steel, featuring a main inlet and two perpendicular outlets, used in HVAC systems for efficient air distribution.
Guidelines for selecting the correct size of tee duct in HVAC systems.

Material

Galvanized Steel • Aluminium • SUS tersedia

Simetri

Simetris • Asimetris

Konfigurasi

1 inlet dan 2 outlet

Sambungan

TDC • TDF • Flange

Ukuran

Custom

mengapa Memilih Tee Duct ASTEM?

Cocok untuk berbagai jenis proyek

Gedung Komersial

Perkantoran, mall, hotel

Hunian

Apartemen, perumahan

Industri

Pabrik, gudang, workshop

Fasilitas Publik

Rumah sakit, kampus, terminal

Butuh Spesifikasi Khusus?

Tim engineering kami siap membantu menentukan tee duct yang tepat sesuai kebutuhan teknis proyek Anda.

FAQ

Apa fungsi tee duct dalam sistem ducting HVAC dan bagaimana cara kerjanya membagi aliran udara?

Tee Duct berfungsi untuk membagi aliran udara dari satu jalur duct utama (main trunk) menjadi dua jalur cabang yang terpisah.

Tee simetris memiliki kedua cabang outlet berukuran identik. Jika main duct berukuran 600×400mm, kedua cabang bisa berukuran masing-masing 400×300mm. Tee simetris digunakan ketika kedua zona yang dilayani membutuhkan volume udara yang kurang lebih setara. Bisa juga digunakan ketika desainer sistem ingin menggunakan volume damper untuk menyesuaikan perbedaan volume yang tidak terlalu besar antara dua zona.

Tee asimetris memiliki kedua cabang dengan dimensi yang berbeda. Misalnya satu cabang 500×300mm dan cabang lainnya 300×200mm. Ini mencerminkan perbedaan kebutuhan volume udara yang signifikan antara dua zona:

  1. Zona yang membutuhkan lebih banyak udara mendapat cabang yang lebih besar
  2. Zona yang lebih kecil mendapat cabang lebih kecil.

    Pendekatan ini lebih efisien dari sisi aerodinamika dibanding menggunakan tee simetris dan menutup setengah aliran dengan volume damper.

1. Tentukan volume udara (CFM) yang mengalir di main duct sebelum titik tee. Ini adalah total CFM yang harus dibagi antara dua cabang.

2. Tentukan berapa CFM yang dibutuhkan oleh setiap zona yang akan dilayani oleh masing-masing cabang tee, berdasarkan load calculation atau standar ventilasi yang berlaku.

3. Hitung dimensi masing-masing cabang berdasarkan CFM yang dialokasikan dan kecepatan udara target. Untuk branch duct menuju zona hunian, kecepatan udara yang nyaman biasanya 3–5 m/s. Rumus: luas penampang = CFM / kecepatan (dalam satuan konsisten). Untuk rectangular duct: W × H = luas penampang yang dibutuhkan, dengan mempertimbangkan rasio aspek (umumnya 1:1 hingga 1:4 untuk efisiensi).

4. Tentukan dimensi inlet (main duct side) yang sama dengan dimensi duct utama di titik percabangan.

Tee standar 90° (cabang keluar tegak lurus terhadap main duct) dan wye atau Y-fitting 45° (cabang keluar pada sudut 45° dari main duct). 

Tee duct sebagai komponen rigid tidak memerlukan perawatan fisik yang intensif.


Inspeksi fisik semitahunan mencakup dua hal:

1. Periksa kondisi sealing di tiga titik sambungan tee (inlet + dua outlet).

2. Periksa kondisi volume damper di setiap cabang.


Pemantauan distribusi aliran tahunan dengan cara mengukur kecepatan atau volume udara aktual di setiap cabang menggunakan anemometer atau balometer. Kemudian bandingkan dengan nilai desain. Jika perbedaannya lebih dari 15–20%, lakukan investigasi penyebabnya

Related