Flexible duct insulated dipilih justru untuk mencegah kondensasi. Namun, kesalahan kecil saat instalasi dapat menimbulkan masalah. Misalnya, teknisi dapat meninggalkan celah tanpa insulasi tepat di titik sambungan. Celah tersebut dapat menciptakan titik kondensasi baru di area yang seharusnya paling terlindungi. Flexible duct non-insulated hanya membutuhkan satu lapis sealing pada bagian core. Sementara itu, flexible duct insulated membutuhkan penanganan dua lapis, yaitu core dan vapor barrier. Keduanya memiliki fungsi berbeda sehingga teknisi perlu menyegel masing-masing lapisan secara terpisah.
Baca juga: Kelebihan, Kekurangan, dan Aplikasinya Flexible Duct
Tarik lapisan core (inner liner berkawat spiral) hingga menutupi leher collar atau spigot minimal 50 mm. Pastikan core terpasang lurus tanpa terpuntir, karena puntiran pada core dapat mengurangi luas penampang efektif di titik sambungan.
Kunci sambungan core menggunakan nylon tie atau stainless steel hose clamp menggunakan tensioning tool agar tekanan merata di sekeliling lingkaran sambungan. Klem ini menjadi segel pertama yang menahan core tetap pada posisinya.
Ini adalah langkah yang paling sering terlewat. Lapisan insulasi fiberglass harus ditarik menutupi seluruh sambungan core hingga rapat dengan badan collar atau spigot, tanpa menyisakan celah kosong di antara ujung insulasi dan collar. Celah yang tersisa pada titik sambungan dapat menjadi cold spot. Area ini kehilangan perlindungan termal tepat di bagian sambungan duct. Kondisi tersebut dapat memicu kondensasi dan sering muncul pada flexible duct insulated yang dipasang kurang tepat.
Setelah insulasi menutupi sambungan sepenuhnya, tarik lapisan vapor barrier hingga menutupi seluruh insulasi dan tumpang tindih dengan collar. Gunakan klem kedua yang terpisah dari klem core untuk mengunci vapor barrier. Teknik ini dikenal sebagai double seal, yaitu satu segel menahan core pada collar dan satu segel lainnya menahan vapor barrier. Dengan teknik ini, Anda dapat mencegah uap air dari luar menembus celah dan menyentuh permukaan core yang dingin.
Aplikasikan mastic sealant atau foil tape tambahan pada kedua titik klem. Pastikan Anda menyegel area core dan vapor barrier secara terpisah. Langkah ini membantu menutup celah mikro yang masih mungkin tersisa di sekitar klem. Aplikasikan mastic sealant atau foil tape tambahan pada kedua titik klem. Pastikan Anda menyegel area core dan vapor barrier secara terpisah. Langkah ini membantu menutup celah mikro yang masih mungkin tersisa di sekitar klem. Sealant pada vapor barrier sama pentingnya dengan sealant pada core, karena kebocoran uap air melalui celah vapor barrier tetap dapat menyebabkan kondensasi meski core tersegel sempurna.
Baca juga: Jenis, Fungsi, dan Cara Memilih Sambungan dan Fitting Spiral Duct
Gunakan hanger strap dengan lebar minimal 25 mm untuk menopang flexible duct insulated, bukan kawat tipis atau tali sempit. Gunakan strap dengan lebar yang sesuai dan hindari mengencangkannya secara berlebihan. Strap yang terlalu sempit atau terlalu kencang dapat menekan lapisan insulasi di titik penyangga. Kondisi ini mengurangi ketebalan efektif insulasi dan menciptakan cold spot baru di sepanjang jalur duct, bukan hanya pada titik sambungan. Jarak antar support idealnya mengikuti rekomendasi produsen, umumnya tidak lebih dari 1,2-1,5 meter, dengan strap dikencangkan cukup untuk menahan duct tanpa menekan insulasi secara berlebihan.
Pertahankan radius tekukan minimal satu kali diameter duct. Tekukan yang terlalu tajam tidak hanya mengurangi aliran udara, tetapi juga meregangkan vapor barrier secara berlebihan pada sisi luar lengkungan, meningkatkan risiko robek pada material vapor barrier yang lebih rapuh dibanding core itu sendiri.
Menyisakan celah antara ujung insulasi dan collar menciptakan cold spot tepat di titik sambungan, area yang justru paling membutuhkan perlindungan termal karena menjadi titik pertemuan udara dingin dari duct dan udara sekitar yang lebih hangat.
Menyegel core tanpa menyegel vapor barrier secara terpisah, atau sebaliknya, meninggalkan salah satu jalur bagi uap air untuk menembus sistem meski lapisan lainnya sudah tersegel sempurna.
Hindari mengompres insulasi pada setiap titik penyangga. Tekanan pada area tersebut dapat mengurangi ketebalan efektif insulasi secara lokal. Kondisi ini dapat menciptakan cold spot berulang di sepanjang jalur duct pada setiap titik support, bukan hanya di ujung sambungan.
Jangan abaikan robekan kecil pada vapor barrier selama proses instalasi. Penanganan yang kasar dapat merusak lapisan tersebut tanpa disadari. Robekan sekecil apa pun dapat membuka jalur langsung bagi uap air untuk mencapai permukaan core yang dingin.
Gunakan overlap collar yang sesuai untuk flexible duct insulated. Pastikan collar dapat mengakomodasi ketebalan tambahan dari lapisan insulasi dan vapor barrier. Collar atau spigot yang dirancang untuk non-insulated dapat memiliki leher yang terlalu pendek untuk menerapkan sambungan double seal dengan benar.
Setelah seluruh sambungan terpasang, lakukan pemeriksaan visual pada setiap titik sambungan dan sepanjang badan duct untuk memastikan tidak ada bagian vapor barrier yang robek, terkelupas, atau tidak tertutup sempurna. Nyalakan sistem AC dan biarkan beroperasi selama beberapa jam sebelum plafon ditutup, kemudian periksa kembali apakah muncul tanda-tanda kondensasi pada permukaan luar duct atau di sekitar titik sambungan sebagai indikasi awal adanya celah yang belum tersegel dengan baik.
Baca juga: Cara Memilih Flexible Duct Insulated dan Non-Insulated yang Tepat